Senin, 23 Januari 2012

HAMKA - Tasawuf Modern

Sinopsis:

Buku Hamka yang berjudul Tasawuf Modern ini Sekilas, judul tersebut memang menarik, karena adanya tasawuf modern mengesankan adanya tasawuf kolot. Hanya saja, kalau kita baca buku tersebut, yang dimaksud dengan istilah “Tasawuf Modern” adalah semacam suatu pandangan kesufian yang relevan dengan kehidupan modern. Jadi, tasawuf modern berseberangan dengan sufisme tradisional atau sufisme populer (popular sufism), yang contohnya dapat kita saksikan pada praktik ziarah kubur ke makam dan bahkan mengagung-agungkan orang yang dianggap sebagai wali. Karena itu, ketika Hamka menyebut tasawuf modern, maksudnya adalah lepas dari praktik-praktik semacam itu.

Gagasan Hamka itu sebetulnya satu tema dengan gerakan reformasi di Indonesia, tepatnya yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah sedikit banyak terpengaruh oleh pikiran-pikiran dari Timur Tengah, seperti Muhammad Abduh dan Rasyid Rida. Kalau ditarik lebih ke belakang lagi, sampailah kita kepada Ibn Taimiyah, seorang tokoh yang sering disebut sebagai “Bapak” dari berbagai gerakan reformasi Islam. Ibn Taimiyah, meski seorang sufi, sangat anti terhadap sufisme populer. Bahkan, polemik-polemiknya banyak sekali, yang diarahkan kepada usaha-usaha untuk menghancurkan sufisme populer.

Ada analisis mengenai Ibn Taimiyah bahwa sebetulnya ia menghendaki suatu neo-sufisme. Istilah ini berasal dari Fazlur Rahman, seorang pengkaji Ibn Taimiyah yang sangat bergairah. Neo-sufisme yang dia maksud adalah suatu paham kesufian yang tidak terlalu banyak terkungkung oleh sufisme populer, dan dikembalikan kepada yang standar, yang mainstream. Pada Ibn Taimiyah, itu maksudnya kira-kira adalah kita bisa bicara secara langsung berdasarkan Al-Quran dan hadis, karena memang obsesinya kembali kepada Al-Quran dan hadis. 

Buku ini adalah artikel yang disusun pada pertengahan tahun 1937 didalam majalah Pedoman Masyarakat, dan setelah tamat pada majalah tersebut pada tahun 1938 maka banyak surat-surat yang datang  kepada penerbit Pedoman Masyarakat, agar “Tasawuf Modern” itu dibukukan.
 
Buku “Tasawuf Modern” sebagaimana dalam pengantar penyusun buku ini berkata “isi karangan Tasawuf Modern itu bukan ciptaaan otak kita, bukan dari filsafat kita yang masih muda dan masih sedikit pengetahuan, hanyalah kita  tilik dari buku-buku karangan ahli-ahli filsafat dan tasawuf islam, dibandingkan dengan Qur’an dan hadist Nabi, dilihat pula karangan-karangan filsafat Barat yang diterjemahkan orang ke dalam bahasa Arab, diambil disana sedikit dan disini sedikit pula, lalu dipertautkan dengan fikiran, pengalaman dan penderitaan sendiri.”


LINK DOWNLOAD
http://www.ziddu.com/download/6353792/Hamka-TasaufModern.zip.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar