Sabtu, 07 Mei 2016

Narcos (2015)

Saya tahu persis bahwa Chris Brancato dan dua orang temannya tidak mampu menubuatkan masa depan, tapi melihat isi surat saya untuk Vince (2016) dan memulai Narcos (2015) dengan kudeta 73 Jenderal Pinochet terhadap Kamerad Allende adalah sebuah kebetulan, kebetulan dari kontingensi yang patut dirayakan.

Narcos sendiri adalah narasi kebesaran Pablo Escobar dengan tidak mengerdilkan korban yang bertitik pijak pada meleset nya peluru regu tembak Pinochet atas Mateo "cockroach" Morena dalam operasi penutupan 33 laboratarium dan penangkapan 346 penjual narkoba di Chili.

Cockroach tak hanya tak mati, tapi ia memenangkan lotere; sendirian dengan kokain. Petuah mengenai kokain, "seekor tikus akan memilih kokain ketimbang makanan dan minuman, ia akan memilih kokain ketimbang tidur, ketimbang seks bahkan ketimbang hidup. Dan otak manusia tidaklah sama seperti hewan pengerat kecuali mengenai kokain."

Cockroach, ia hanya perlu mendapat pasar yang tepat dan pasar yang tepat dapat dimulai dari Medellin, Kolombia. Ditemukan tahun 1616 oleh Francisco Herrera dan Don Campuzano, Medellin 1980 sampai 1990 merupakan kota perdagangan narkoba lintas Negara dibawah naungan kartel kolektif kolegial; tiga Ochoa Bersaudara, Jose Gacha, Carlos Lehder, Gustavo Gaviria dan Pablo Escobar.

Ada yang menarik dari Carlos Lehder, memulai karirnya sebagai pengedar mobil curian dan ganja, Lehder yang menggilai John Lennon serta Adolf Hitler kemudian menerbangkan kokain sejauh 340 Km dengan cara yang berbeda dari Ikarus. Jika Ikarus terbang dengan sayap berbahan bulu dan lilin, Lehder menggunakan pesawat. Bersama Escobar ia melelehkan mimpinya sendiri karena terlalu dekat dengan matahari.

Saya kira, itu yang ditonjolkan Chris Brancato dan dua orang temannya dalam Narcos. Pablo Escobar yang kesulitan mengendalikan mimpinya karena terlahir dan besar di Kolombia. Imam Muslim bin al-Hajjaj meriwayatkan dalam nomor 1738 "…tidak akan ada yang bisa memenuhi mulut anak adam kecuali tanah," Pablo yang pernah membakar tumpukan uang 20 miliar agar tubuh putrinya tetap hangat, mempunyai pedang Simon Bolivar dan tak pernah mengikat tali sepatunya kemudian memutuskan terjun kedunia politik dan menjadi anggota kongres Kolombia untuk dikeluarkan kembali oleh Rodrigo Lara Bonilla.

Dalam La Gran Mentira, Episode ke-Delapan dari total 10 Episode Narcos. Jurnalis Kolombia Diana Turbay Quintero bertanya pada Pablo; "Lalu apa yang kau inginkan?" Pablo menjawab "Aku ingin dihormati." Kisah Diana Turbay sendiri kemudian diceritakan kembali oleh Gabriel Garcia Marquez dalam News of a Kidnapping (1999).

"Dihormati" seperti apa maksud Pablo saya tak tahu, tapi Pablo berkata "…jika memang aku berubah jahat, …itu karena para oligarki yang tak akan membiarkan seorang paisa dari Madellin lebih kaya dan lebih pintar dari mereka." Alhasil, dengan bantuan Efram Gonzales; Pejuang ETA yang hendak memerdekakan Basque dari Spanyol, Pablo pada November 1989 meledakkan pesawat Boeing 727 milik maskapai Avianca untuk membunuh Capres Cesar Gaviria.


Tak mudah memetakan Pablo sebagai protagonis atau antagonis, tapi pertanyaan Sebastian Marroquin (dulu bernama Juan Pablo Escobar) setidaknya berusaha menggambarkan itu; "Bagaimana caranya menulis surat bagi keluarga yang pernah disakiti ayah Anda?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar